Sungguh butanya hatiku

Setiap masalah menimpaku

Hanya lantunan kasar di mulutku

Dan tak pernah Ku ingat akan adaMu.

Apalagi ketika rejeki berlimbah dalam sisiku

Riya’, Sum’ah, Ujub

Semua itu penyakit hati yang meresap selalu dalam tingkahKu.

Aku telah lalai dalam hidup

Aku telah melanggar perintah dalam AjaranKu

Hingga Adzab kini menghadangKu

Hingga Benda yang dulu jadi milikKu

Kini lenyap Sudah tanpa ampun.

Akupun terpuruk diam membisu di sudut bangunan yang rapuh

Selang beberapa menit berlalu

Tersentaklah Aku akan kedatangan Kakek kumuh dengan baju lusuh

Beliau hanya ucapkan kata singkat tapi sungguh sangat menyentuh

“Jangan putus asa Nak, Tuhan masih MenyayangiMu”

Setelah itu pergi dalam arah yang tak tentu

Ku renungi kata-kata Pak Tua itu

Ternyata memang benar apa yang di katakannya padaku

Semua yang menimpaKu bukanlah AdzabMu

Tapi bukti bahwa Engkau masih menyayangiKu

Walau Ku telah lama tak menyembahMu.